Temukan Cahaya Dalam Dirimu
Friday, June 13, 2025; 05:46 PM
Pernahkah kamu merasa begitu terpuruk?
Seolah kamu benar-benar sendiri, dan tak ada seseorang yang memahami mu. Kamu ingin bercerita, tapi rasanya kamu begitu lelah dan hanya ingin mengurung diri? Atau kamu pernah mencoba “reach out” tapi begitu melihat temanmu itu sedang bahagia dengan kehidupannya, sehingga kamu mengurungkan niat untuk bercerita, takut merasa kamu hanya akan merusak suasana mereka yang sedang “baik-baik” saja. Atau mungkin, kamu merasa udah berjuang habisan-habisan, mencoba melakukan segala sesuatu yang bisa kamu lakukan, tapi rasanya hasilnya tak sepadan? Sampai berfikir, “jangan-jangan, usaha bisa mengkhianati hasil?”
Dari berbagai pertanyaan yang berkecamuk dan situasi-situasi itu aku pernah mengalami, so trust me, apa yang kutulis berikut ini comes from my own experience. So, kalau sampai sini kamu masih membaca, syukurlah. Akan kutemani kok, sampai kita sama-sama bisa tersenyum. Semoga tulisan ini–jika kamu sedang kesulitan, atau dalam titik terendah or even breaking point. Ku harap bisa menjadi setitik cahaya atau secercah harapan, ya☺.
Aku pernah berada di titik yang sama, jadi percayalah, entah bagaimana, dengan kekuatan apa, semuanya akan baik-baik saja. Teruslah berjalan dalam kegelapan, suatu saat kamu akan menemukan setitik cahaya yang perlahan akan membantumu menemukan jalan keluar, atau bisa saja makhluk seperti kunang-kunang, yang tadinya hanya satu… menjadi beberapa kunang-kunang yang menemani mu dalam kegelapan. Intinya tak apa, berada di titik rendah.
Kenanglah setiap langkah dalam perjalananmu, ingat baik-baik detail tempat-tempat kamu berhenti sejenak dan bernafas. Melihat sebentar pemandangan sekitarmu. Mungkin masih berada dalam goa gelap yang panjang. Kunang-kunang itu hidupnya singkat, tapi toh mereka disana, bergantian menemanimu. Jika kamu bisa melihat titik ini dari POV yang berbeda, maka kamu akan menyadari setelah melewati kegelapan dan menemukan kembali jalanmu menuju dunia luar, bahwa perjuangan bertahan dalam kegelapan itu akan menjadi salah satu kisah istimewa dalam hidupmu.
Karena, ketika esok hari kamu menemukan goa baru yang kamu masuki, kamu akan sedikit lebih baik dalam bertahan hidup, karena kamu pernah melewati fase buruk alias titik terendah itu tadi. Tapi, jangan pernah meremehkan, tetap harus awas dan menjaga diri baik-baik. Entah makhluk apa yang “mendiami” goa itu. Namun tetap saja, selain perlu survival skill, diperlukan juga pikiran yang waras, tubuh yang sehat, dan jiwa yang kuat.
Tapi begini, coba kita lihat dalam konteks lain, anggaplah “goa gelap” itu sebagai kamarmu, misalnya. Kamu sedang di “goa” alias kamar dan berada di dalam duniamu, menikmati [misalnya, lagi] tontonan online, bermain game, atau bermain socmed. Cobalah sesekali lakukan sesuatu yang unik, yang out of the box, yang mengharuskan kamu menggunakan sedikit nyali, atau sekedar menantang “malas”mu, atau membuatmu sedikit tidak nyaman karena berada diluar zona nyamanmu. Lakukan 1-2 hal berbeda itu, tak perlu lama-lama tiap harinya, misalnya 10-15 menit saja, lalu rasakan after effectnya.
Pasti terkadang akan kamu jumpai beragam reaksi dari manusia di sekitarmu pula, mungkin mereka bertanya-tanya, dan berfikir “tumben”. Tak apa, di awal-awal memang akan terasa seperti itu. Tapi jika hal kecil ini dilakukan terus menerus, lama-kelamaan akan menjadi habit alias kebiasaan, yang baik tentu saja.
Masih membaca? wah, terimakasih! jadi begini, aku membahas semua hal di atas itu untuk memberi tau, bahwa “hal” yang kamu usahakan tadi itu, dapat menjadi “cahaya” dalam perjalanan hidupmu, dan taukah kamu? asalnya bukan dari cahaya matahari yang menyelip melalui rongga goa, atau dari kunang-kunang, atau dari senter yang kamu siapkan, melainkan datangnya dari dalam dirimu sendiri! “Karena, sesungguhnya kita semua memiliki cahaya itu dalam diri kita, ia tak pernah bersembunyi, kamu hanya perlu menyalakannya” [terjemahan lirik lagu Avril Lavigne – Fly]
Kamu sudah mencapai paragraf terakhir, terimakasih sudah membersamaiku sampai sejauh ini. Semoga ada beberapa kata yang dapat membantumu dalam bertahan di perjalanan yang panjang ini. Ini saat dimana kita berpisah, tapi tak apa. Aku akan menjumpaimu dalam tulisan lain! Jangan lupa kalau lelah, istirahatlah! Tapi, jangan berhenti terlalu lama ya! dan ingat “Slow progress is still progress”. Terakhir, aku tak pernah berkata melakukan semua hal ini akan mudah, tapi bersama-sama marilah! aku mengajakmu untuk perlahan mulai mengubah sedikit demi sedikit ritme hidup, agar menjadi lebih berwarna dan sedikit bervariatif. Supaya tidak monoton, dan repetitif.
Berikut penggalan lirik lagu Avril Lavigne – Fly, jika saja kamu ingin mendengarkannya di aplikasi musikmu, dan mencari tau lebih banyak soal liriknya yang menurutku cukup menginspirasi–untuk terus berjuang dalam kehidupan, dan jangan mudah menyerah.
[Fly – Avril Lavigne]
“There's a light inside of all of us. It's never hiding, you just have to light it. It's the one thing that you gotta trust. It's like a diamond, you just have to find it. So if you ever feel like giving up. Yeah, let's remember that, we were all meant to fly. Spread your wings across the universe, it's your time to, it's your time to shine. There's a light inside of all of us. Soon you'll find that it's your time to fly, your time to fly”
Komentar
Posting Komentar